Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan pegawai negeri Kota Surabaya akan berpikir ulang untuk korupsi karena pegawainya sejahtera. Menurut Risma, pihaknya memberikan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP) jika digabung dengan gaji bisa mencapai puluhan juta.

Besaran gaji take home pay yang diterima pegawai negeri Kota Surabaya dipamerkan Risma di depan 17 kepala daerah yang bekerja sama menggunakan sistem informasi elektronik Pemkot Surabaya.

Awalnya Risma memanggil seorang protokoler Pemkot Surabaya bernama Wahyu. “Kamu golongan berapa? Take home pay total kamu terima berapa?,” tanya Risma sambil menyodorkan mikrofon di Balai Kota Surabaya, Rabu (31/5/2017).

Wahyu langsung menjawab dirinya saat ini golongan 2 mendapat gaji plus TPP sejumlah Rp 7 Juta. Mendengar jawaban Wahyu, Risma meminta agar kinerjanya ditambah. “Kalau segitu berarti kinerjamu kurang. Ditambah ya,” saran Risma.

Tidak terima dengan menanyai Wahyu, Risma kembali memanggil seorang pegawai negeri perempuan yang tiap hari sebagai ajudannya yakni Meta. “Meta sini, dia ajudan saya. Kamu golongan berapa? Take home pay tiap bulan kamu terima berapa?” tanya Risma.

Meta pun menjawab gaji plus TPP tiap bulan mencapai puluhan juta. “Sekarang golongan 3A dan dapat Rp 20 juta bu,” jawab Meta

Advertisements