Penetapan harga eceran tertinggi (HET) daging beku impor Rp 80 ribu perkilogram berimbas pada penjualan daging sapi lokal di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bandung. Diprediksi pada puasa dan lebaran tahun ini penjualannya mengalami penurunan.

“Sebelum adanya kebijakan daging impor jumlah sapi yang dipotong menjelang Idul Fitri bisa mencapai 600 ekor dalam satu malam. Pada tahun kemarin, jumlah sapi yang dipotong tidak lebih dari 320 ekor,” kata Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bandung Tisna Umaran, kepada wartawan, di Masjid Al Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/5/2017).

Ketetapan pemerintah terkait HET daging sapi impor dipatok sebesar Rp 80 ribu perkilogram. Sedangkan harga daging sapi lokal atau daging segar dijual Rp 120 ribu perkilogram.

Menurut Tisna, perbedaan harga jual daging segar itu akan mengalami keseimbangan sesuai kebutuhan di lapangan. “Tahun ini, kalau lihat suplainya saya memprediksi akan kembali turun,” tuturnya.

Sebab, sambung Tisna, harga daging segar akan dikejar oleh masyarakat menengah ke atas. Untuk masyarakat menengah ke bawah bisa membeli daging beku. Bagi pemerintah, yang terpenting ialah daging sapi selama puasa hingga Idul Fitri tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan dijual dengan harga yang wajar.

Tisna mengungkapkan, dalam sehari jumlah sapi yang dipotong di sejumlah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang tersebar di Kabupaten Bandung mencapai 30 ekor. Jumlah tersebut turun drastis sebelum adanya RPH yang dikelola swasta. “Kalau sebelumnya kan terkait rekomendasi pemotongan hewan itu kan dimiliki pemerintah dan sekarang masyarakat bisa mengelolanya juga,” tutur Tisna.

Saat ini, RPH yang ada di wilayah Kabupaten Bandung tersebar di beberapa kecamatan seperti Baleendah, Banjaran, Pangalengan dan Ciwidey. Sisanya dikelola swasta, seperti yang ada di Cikancung dan Pameungpeuk.

Pemerintah menekan harga daging sapi di pasaran dengan menjual daging beku yang di Bulog dibeli Rp 60 ribu perkilogram dan maksimal dijual ke masyarakat sebesar Rp 80 ribu perkilogram. Dengan pengawasan semua pihak, harga jual daging itu dikonsentrasikan Rp 80 ribu perkilogram.

Untuk daging segar di masyarakat belum ada harga eceran tertingginya. Maka demikian, daging segar harganya akan sulit bergeser dari Rp 120 ribu perkilogram, selain memang pangsa pasarnya berbeda. “Kalau orang mampu akan beli daging segar, bagi masyarakat yang keberatan silahkan pilih daging beku,” ucap Tisna.

Advertisements