Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra Kota Bogor, Jawa Barat, mulai menyeleksi dan menyiapkan bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang akan berlaga pada Pilkada Bogor 2018.

“PKS sudah siapkan lima nama calon dari internal partai, pada 11 Mei nanti akan diseleksi lagi menjadi tiga nama,” kata Ketua DPD PKS Kota Bogor Atang Trisnanto, usai deklarasi Koalisi Merah Putih Kota Bogor, Minggu 7 Mei 2017.

Atang menjelaskan dari tiga nama bakal calon internal PKS akan dikerucutkan lagi menjadi satu nama. Namun, partainya terbuka untuk calon di luar partai, seperti yang diusung Gerindra yang kini menjadi koalisinya.

Lima nama yang diusung PKS yakni Ahmad Ru’yat Wakil Wali Kota Bogor periode sebelumnya, yang pernah berkompetisi dengan Bima Arya pada Pilkada 2013. Empat nama lainnya, Atang Trisnanti, Najamuddin, Iwan Suryawan, dan Eki Muharam.

Atang menambahkan, menghadapi Pilkada Bogor 2018 peran partai politik mendinamisasikan proses politik yang ada, sehingga mampu menghadirkan pasangan calon yang berkualitas.

“Pilkada 2018 akan dimulai, koalisi PKS dan Gerindra mampu membangun dinamisasi, menambah performa kerja mulai dari eksekutif maupun legislatif,” dia menandaskan.

Sopian menambahkan, Gerindra ingin membangun komunikasi dengan partai politik lain, karena untuk membangun Kota Bogor tidak cukup dengan dua atau tiga parpol, tetapi seluruh partai politik.

“Dengan koalisi ini, Gerindra bisa total membangun Kota Bogor dan memenangkan Pilkada 2018,” kata Sopian menegaskan.

Pada Pilkada Bogor 2013, PKS dan Gerindra belum menjalin koalisi. Saat ini, Gerindra berada di kubu parpol pendukung Pemerintah Kota Bogor bersama PAN dan Demokrat. Jelang Pilkada 2018, Gerindra memilih berkoalisi dengan PKS, sementara PAN masih menunggu perkembangan politik.

Advertisements