Penggusuran masih menjadi salah satu permasalahan bagi sebagian warga di Jakarta. Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Sandiaga Salahuddin Uno sempat menangis saat melihat penggusuran.

“Saya melihat dengan mata kepala sendiri tepat pada satu tahun yang lalu. Ada di hari Jumat di mana warga itu berlarian. Saya baru pertama meneteskan air mata berkampanye ya di situ,” kata Sandiaga di kawasan Masjid Al-A’Raaf, Jalan Tipar, Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (14/4).

Menurut Sandi, penggusuran secara paksa jangan diulangi dan harus dijadikan sebuah pelajaran. “Menurut saya sudah menjadi pelajaran bagi kita jangan diulangi lagi. Kita harus mastikan bahwa warga Jakarta itu memang diajak bicara dalam sebuah diskusi dan konsultasi dan bahwa mereka itu dianggap,” ujarnya.

Terkait gugatan dari tim hukum pasangan calon nomor urut dua Basuki T Purnama ( Ahok)- Djarot Syaiful Hidayat (Badja) kepada Anies Baswedan, Sandi mengungkapkan bahwa Anies mendapatkan data tersebut dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Anies dilaporkan ke Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu karena dugaan fitnah atas ucapannya soal 300 kampung akan digusur jika Badja memimpin. Dia menambahkan LBH tentunya memiliki data yang bisa dipertanggungjawabkan.

“LBH Jakarta sangat terbuka dan jadi konsumsi publik. Untuk LSM seperti LBH yang sangat memiliki kredibilitas tentu bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Menang BANYAK di situs Poker & Domino.
Pasti 
Bisa & HOKI bersama Situs kami Agen TribunQQ.Net

Advertisements