Belum selesai isu penculikan anak yang membuat panik ibu-ibu, kini muncul isu baru yang tak kalah heboh. Wanita cantik penculik om-om tajir menjadi perbincangan heboh di media sosial, khususnya di Kota Malang, Jawa Timur.

Fenomena penculikan om-om tajir ini menggelitik banyak orang. Beberapa menganggap istilah ini sebagai hal remeh dan dianggap guyonan. Namun cerita soal penculikan om-om tajir sebenarnya tak lepas dari beratnya kebutuhan ekonomi dan tuntutan gaya hidup.

Problem sosial dan ekonomi kota, memunculkan penculik-penculik bertopeng kecantikan dan keseksian. Mereka merelakan tubuhnya demi mendapat fasilitas dari om tajir.

Penelusuran Malang Post (Grup Jawa Pos/pojoksatu) pun jatuh kepada narasumber wanita berinisial LN, 23 tahun. Wanita yang mengaku bekerja sebagai marketing salah satu bank di Kota Malang tersebut nekat ‘menculik’ om-om tajir demi mengejar target nasabah yang dibebankan kepadanya.

Targetnya bisa mencapai ratusan juta hingga mendekati Rp 1 miliar. “Kalau capai target sebelum tutup buku, saya bisa santai. Target itu juga harus tercapai,” katanya. Cerita ini didapat saat Malang Post janjian dengan LN di salah satu resto ayam goreng di Malang.

LN bertubuh sintal dengan kulit kecokelatan eksotis. Tingginya sekitar 165 sentimeter. Rambutnya dicat pirang, ia memakai softlens berwarna cokelat, diperindah dengan bulu mata lentik.

Suaranya tipis lembut cenderung manja. Dia memakai celana jeans biru, dengan kaus krem V neck ketat. Saat bertemu, LN masih mengelak dan enggan bercerita soal topik ini. Dia mengajak ngobrol ngalor-ngidul hingga selesai makan. “Mau tahu soal itu? Ketemu di lobi hotel ini aja,” ujarnya manja, sembari menyebut nama salah satu hotel.

Akhirnya, Malang Post menemui LN secara privat, di sebuah hotel di kawasan kelurahan Mojolangu, Lowokwaru. LN baru menceritakan sedikit demi sedikit soal aksi penculikannya terhadap om-om taji. Dengan hati-hati, Malang Post menanyai LN soal modusnya dalam mendekati om-om. Dia membeberkan, tidak semua om-om bisa ‘diculik’.

Dunia pengusaha dan bos di Kota Malang, masih memiliki orang-orang yang tidak main-main di luar koridor profesional. Dia hanya mengincar mereka yang tergoda. Beberapa nasabahnya adalah sasaran, namun ada pula relasi kerja yang masuk dalam list. Wanita satu anak tersebut menyebut targetnya adalah mereka yang mengantongi uang besar.

Wajah bukan ukuran. Yang penting adalah dompetnya. Dia berharap bisa sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Selain meminta uang untuk setoran target nasabah lewat dia, LN juga meminta fasilitas. Dia mendapat satu mobil yang dipakainya sesekali untuk kerja. “Iya, mobil,” paparnya.

Tentu, apa yang didapatnya dari om-om, tidak dijelaskan secara gamblang kepada keluarga LN di rumah. Karena masih single dan tinggal bersama keluarga, dia sangat hati-hati ketika menceritakan asal usul kendaraan tersebut.

Agar tidak dicurigai, mobil itu disebut sebagai hasil kredit walaupun sebenarnya mobil pemberian. Kompensasi yang diberikan LN untuk om yang sudah memberinya fasilitas, tentu kenikmatan di atas ranjang.

 

Dapat Menang di situs Poker & Domino.
Past 
Bisa & HOKI bersama Situs kami Agen TribunQQ.Net

Advertisements